Skip to main content
February 12, 2026 10 min read Pharmaglass

Panduan Memilih Tipe Kaca untuk Sediaan Farmasi

Memilih tipe kaca yang tepat untuk sediaan farmasi memerlukan pemahaman mendalam tentang karakteristik Tipe I borosilikat, Tipe II treated, dan Tipe III soda-lime. Panduan lengkap ini membantu Anda menentukan pilihan terbaik berdasarkan jenis formulasi.

Panduan Memilih Tipe Kaca untuk Sediaan Farmasi

Pendahuluan: Pentingnya Memilih Tipe Kaca yang Tepat

Dalam produksi farmasi, kemasan primer bukan sekadar wadah—ia adalah bagian integral dari sistem penghantaran obat yang memengaruhi stabilitas, keamanan, dan efikasi produk. Pemilihan tipe kaca yang tepat merupakan keputusan teknis kritis yang harus didasarkan pada karakteristik formulasi, jalur pemberian, dan persyaratan shelf life.

Farmakopoeia internasional termasuk USP, Ph.Eur, dan Farmakope Indonesia mengklasifikasikan kaca farmasi menjadi tiga tipe utama berdasarkan ketahanan hidrolitis. Panduan ini memberikan pemahaman komprehensif untuk membantu Anda memilih dengan tepat.

Tipe I: Kaca Borosilikat – Standar Tertinggi Farmasi

Komposisi dan Karakteristik

Kaca borosilikat mengandung sekitar 70-80% silika (SiO₂) dan 7-13% boron trioksida (B₂O₃) sebagai komponen utamanya. Penambahan boron oksida secara signifikan meningkatkan ketahanan terhadap serangan kimia dan perubahan suhu, menjadikannya material paling andal untuk kemasan farmasi primer.

  • Koefisien ekspansi termal rendah: 3.3 × 10⁻⁶/°C, membuatnya tahan terhadap thermal shock selama sterilisasi autoklaf
  • Ketahanan hidrolitis superior: Pelepasan alkali kurang dari 0.1 mL HCl 0.02N per gram kaca (USP <660>)
  • Transparansi optik: Transmisi cahaya lebih dari 90% pada kaca jernih, memudahkan inspeksi visual produk
  • Titik leleh tinggi: Sekitar 820°C, menjamin integritas struktural selama proses produksi dan sterilisasi

Aplikasi Utama Tipe I

Kaca Tipe I merupakan pilihan wajib untuk:

  • Sediaan injeksi (ampul, vial, prefilled syringe)
  • Vaksin dan produk biologis
  • Larutan parenteral volume kecil (SVP)
  • Produk lyophilized (freeze-dried)
  • Sediaan ophthalmic (tetes mata steril)
  • Produk dengan pH tinggi (>8.0) yang agresif terhadap kaca

Tipe II: Kaca Soda-Lime Treated – Solusi Menengah

Proses Dealkalisasi Permukaan

Kaca Tipe II dimulai dari kaca soda-lime biasa yang kemudian melalui proses surface treatment dengan gas sulfur dioksida (SO₂) atau amonium sulfat pada suhu tinggi. Proses ini mengekstrak ion natrium dari lapisan permukaan kaca, membentuk lapisan silika yang lebih tahan secara kimia.

Hasil treatment ini meningkatkan ketahanan hidrolitis permukaan internal secara signifikan, meskipun bulk glass tetap memiliki komposisi soda-lime. Perlu diperhatikan bahwa jika permukaan treated tergores atau terkikis, ketahanan kimianya akan berkurang.

Karakteristik Teknis

  • Ketahanan hidrolitis permukaan: Setara Tipe I pada pengujian permukaan (surface test), namun lebih rendah pada pengujian bubuk (powdered glass test)
  • Biaya produksi: 20-40% lebih rendah dari Tipe I borosilikat
  • Ketersediaan: Lebih mudah diproduksi dalam volume besar dengan berbagai ukuran

Aplikasi Utama Tipe II

  • Larutan infus volume besar (LVP) dengan pH netral hingga asam
  • Sediaan injeksi tertentu (dengan validasi kompatibilitas)
  • Larutan berair dengan pH di bawah 7.0
  • Produk yang tidak disimpan dalam jangka waktu sangat panjang

Tipe III: Kaca Soda-Lime – Pilihan Ekonomis

Komposisi dan Sifat

Kaca soda-lime Tipe III mengandung sekitar 70-75% silika, 12-16% natrium oksida (Na₂O), dan 10-15% kalsium oksida (CaO). Ini adalah jenis kaca yang paling umum dan ekonomis, mewakili lebih dari 90% produksi kaca global.

  • Koefisien ekspansi termal: 8-9 × 10⁻⁶/°C, lebih tinggi dari borosilikat sehingga kurang tahan thermal shock
  • Ketahanan hidrolitis: Memadai untuk sediaan non-parenteral namun tidak cukup untuk produk injeksi
  • Keunggulan ekonomi: Biaya produksi 40-60% lebih rendah dari Tipe I

Aplikasi Utama Tipe III

  • Sediaan oral cair (sirup, suspensi, eliksir)
  • Serbuk dan tablet untuk penggunaan oral
  • Produk topikal dan dermatologis
  • Suplemen dan vitamin
  • Produk herbal dan jamu dalam kemasan kaca

Tabel Perbandingan: Memilih Tipe Kaca yang Tepat

Berikut ringkasan perbandingan ketiga tipe kaca farmasi untuk membantu pengambilan keputusan:

  • Sediaan injeksi & vaksin: Wajib Tipe I (borosilikat)
  • Infus volume besar pH asam-netral: Tipe II (treated) atau Tipe I
  • Sediaan oral cair: Tipe III (soda-lime) memadai
  • Produk biologis & biosimilar: Wajib Tipe I
  • Serbuk kering untuk rekonstitusi: Tipe I atau Tipe II
  • Tetes mata steril: Wajib Tipe I

Faktor Tambahan dalam Pemilihan

Kompatibilitas Formulasi

Selain klasifikasi tipe, pertimbangkan juga faktor-faktor berikut dalam studi kompatibilitas:

  • pH formulasi: Sediaan dengan pH tinggi (>8) memerlukan Tipe I karena lebih agresif terhadap kaca
  • Chelating agents: EDTA dan sitrat dapat meningkatkan leaching dari kaca Tipe II dan III
  • Suhu penyimpanan: Penyimpanan pada suhu tinggi meningkatkan interaksi kaca-produk
  • Durasi shelf life: Semakin lama shelf life, semakin tinggi tipe kaca yang diperlukan

Kesimpulan dan Rekomendasi

Pemilihan tipe kaca farmasi harus selalu didasarkan pada analisis risiko komprehensif yang mempertimbangkan jenis sediaan, jalur pemberian, pH formulasi, dan persyaratan shelf life. Jangan berkompromi pada kualitas kemasan primer—biaya tambahan kaca Tipe I jauh lebih kecil dibanding risiko kegagalan produk.

Pharmaglass menyediakan ketiga tipe kaca farmasi dengan sertifikasi lengkap sesuai standar USP, Ph.Eur, dan Farmakope Indonesia. Tim teknis kami siap membantu Anda melakukan studi kompatibilitas dan menentukan tipe kaca optimal untuk setiap produk.

Share this article

Continue Reading

Discover more articles about glass packaging, pharmaceutical bottles, and packaging solutions.

Ready to Discuss Your Glass Packaging Needs?

Our team is ready to help you find the perfect glass packaging for your products.

Contact Us